Mari Berdoa Semoga Jembatan Sembayat Tidak Ambuk Saja!

Di akhir tahun 2012, saya dan teman-teman dari Gresik menuju ke Surabaya dengan bersepeda motor melewati Jembatan Branjangan, Surabaya. Sebuah jembatan kecil yang mungkin tidak ada 30 meter panjangnya. Kala itu Jembatan Branjangan sudah mulai tidak diijinkan untuk dilewati oleh truk-truk besar milik industri sekitar. Sebuah tulisan di masing-masing ujung jembatan kurang lebih tertulis jelas, “MAAF, JEMBATAN BRANJANGAN RUSAK. TRUK BESAR DILARANG LEWAT.” Akhir tahun 2013, Alhamdulillah jembatan itu jadi dan sudah dapat dilewati truk-truk besar lagi. Berarti butuh satu tahun untuk memperbaikinya.

1

Beda Jembatan Branjangan, beda Jembatan Sembayat di Kabupaten Gresik. Jembatan Sembayat yang melintas di atas Bengawan Solo ini, memiliki panjang jauh lebih daripada Jembatan Branjangan. Jika saya umpamakan di atas ukuran Branjangan hanya kisaran 30 meter, maka menurut data Kementerian Pekerjaan Umum, Jembatan Sembayat memiliki panjang total 360 meter. Di sinilah letak perbedaan yang ingin saya bahas dalam tulisan ini.

jembatan bayat1

Foto di Grup Facebook tahun 2013. Sekarang gimana?

Jika di akhir tahun 2012 Jembatan Branjangan sudah terindikasi rusak, namun secara fisik—bagi orang awam konstruksi—akan berkata, “ini rusaknya dimananya?” karena memang kondisi aspal tidak menampakkan kerusakan. Namun truk besar sudah tegas dilarang lewat. Berbeda dengan kondisi Jembatan Sembayat. Jembatan Sembayat saat ini sudah berlobang pada bentang yang ada tepat di atas air Bengawan Solo. Tapi truk-truk besar tetap melintas! Untuk yang kali ini saya musti bilang, WOW…. Berbahayakah? Silakan dipikir. Namun tak hanya itu, hal ini juga menimbulkan kengerian. Bayangan seperti kasus ambruknya Jembatan Kutai kartanegara meliputi kepala. Kondisi kerusakan yang demikian cukup lama. Walaupun ada usaha perbaikan, namun sepertinya seperti usaha tambal sulam saja. Bisa saja karena truk-truk besar itu dibiarkan santai lewat terus.

Apakah pemerintah daerah tidak tahu? Ataukah ada pihak terkait yang masih saja menggunakan kalimat pamungkas, “ini bukan wilayah kerja saya…” Tendang aja kalau ada pihak terkait dengan mulut macam itu!

Ok lah, kalau mau bicara wewenang. Saya tidak tahu, itu wewenang orang Pusat, Provinsi, atau bahkan Kabupaten. Tapi yang jelas, masyarakat secara kasat mata perlu diselamatkan.

Foto Grup Facebook di Tahun 2013

Foto Grup Facebook di Tahun 2013

Keluhan saya yakin sudah banyak. Kabarnya para dewan sudah berjuang. (kira-kira para caleg yang sekarang tahu posisi perannya gak ya kalo dalam kasus beginian? #mikir_keras). Beberapa gambar saya hadirkan dari akun dan grup Facebook warga yang melintasi Jembatan Sembayat.

Dari status keluhan (yang demikian banyak) serta berita-berita tentang usaha dewan yang-masihkah-terhormat untuk melobi percepatan perbaikan, nampaknya kok masih begitu lama ya kengerian warga untuk lewat Jembatan Sembayat.

Akhirnya saya ambil analogi yang miris. Masih ingat serangan bertubi Israel pada warga Palestina? Karena saking dahsyatnya peralatan yang digunakan, warga Palestina banyak yang betumbangan. Kala itu banyak Kiai ketika Sholat Jumat mengajak jamaah untuk berdoa bagi keselamatan warga Palestina. Kenapa kok doa? Karena untuk datang ikut bertempur di sana juga sama saja menyetorkan nyawa karena buta medan.

Serupa tapi tak sama dengan kasus Jembatan Sembayat. Kita sudah mendengar banyak keluhan terkait kerusakan parah Jembatan Sembayat. Para dewan sudah melobi. Usaha perbaikan tambal sulam sudah dilakukan, tapi jembatan tersebut masih berlobang menganga dengan kawat-kawat jembatan yang mangap lebar ke atas, mengancam untuk menusuk ban-ban kendaraan yang lewat. Sudah semua kan? Tapi tetap rusak dan terkesan diumbar kan? Maka, MARI BERDOA SEMOGA JEMBATAN SEMBAYAT TIDAK AMBRUK SAJA! [Afif E.]

Iklan

8 thoughts on “Mari Berdoa Semoga Jembatan Sembayat Tidak Ambuk Saja!

  1. Bamm Wahid berkata:

    Renovasi total jembatan sembayat “katanya” akan dimulai tahun 2014, karena jembatan sembayat itu penghubung antar propinsi jadi semua wewenang perbaikan dan perawatan adalah tanggung jawab pemerintah pusat. wajar saja kalau pemkab malas ngurusin, hehehe.. berdoa mulai

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    amin… 🙂 😀

  3. Muhyiddin Azmi berkata:

    jembatan branjangan memang dibuat lama,, karna tidak menggunakan teknologi modern yang ada, karna kalau pakai paku bumi, nanti rumahnya goyang semua,,

  4. Muhammad Afif Effendi berkata:

    waladhdhollin… amin… 🙂

  5. Muhammad Afif Effendi berkata:

    bisa jadi mas. kabarnya kalau ada lembur malam juga dikurangi agar tidak mengganggu warga sekitar.

  6. Nurul Jivar berkata:

    ijin share kan afif

  7. Muhammad Afif Effendi berkata:

    yups. monggo… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s