Melalui Nabi Muhammad, Tuhan Masih Ridlo pada Charlie Hebdo

Media massa Indonesia akhir-akhir ini dihangatkan oleh isu penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo oleh segelintir muslim. Catat: oleh segelintir muslim, atas perbuatan mereka dengan menyinggung perasaan seluruh muslim (dengan menggambar kartun berlabelkan Nabi Muhammad). Seheboh apapun kartun itu, saya tidak akan merefer balik kartun tersebut dalam blog saya ini.
Hari ini 14 Januari 2015, di saat saya tengah menantikan fotokopi laporan tugas saya di daerah Gebang, Surabaya, saya dapati televisi si empunya toko menyala menyiarkan salah satu sajian berita media massa. Tak lain tak bukan, headline beritanya adalah , “Tak Jera, Charlie Hebdo Kembali Membuat Kartun Nabi Muhammad.”
Apapun ide dasar mereka, mungkin mereka berpikir hendak membalas perbuatan yang menimpa teman redaktur mereka oleh SEGELINTIR muslim, dengan kembali menyakiti SELURUH muslim. Barangkali jenis redaktur yang duduk di bangku redakturnya adalah jenis manusia yang sudah apatis, mati rasa dan perasaan apapun.
Tengoklah, sudah mencari sensasi awal dengan menggambar kartun berlabel Nabi Muhammad (saya tidak akan menyebut kalau itu adalah gambar nabi, tapi ‘berlabel nabi’), yang berakibat redakturnya dibunuh orang, kemudian dibela habis-habisan oleh umat manusia sedunia akibat adanya pembunuhan itu, eh… Kok bisa-bisanya mereka mengulang lagi! Barangkali dalam konteks bernegara, sangat mungkin jika pun kepala negara mereka dibombardir, jenis manusia ini tidak akan begitu memberi perhatian, karena saking apatisnya.
Atas nama kebebasan, mereka mencari nafkah. Tentu kita paham betul betapa tekanan bagi rekan-rekan yang bergelut di media massa. Setiap hari harus memeras kepala agar cetakan koran dan majalahnya harus laku dengan oplah melangit. Topik apa lagi kalau bukan dengan cara mengangkat topik Nabi Muhammad? Tidakkah sudah banyak contoh jika mengupas tentang Nabi Muhammad maka oplah sebuah koran atau majalah akan meningkat? Sudah terbukti, guys.
Maka tahulah kita semua sekarang, mereka-mereka redaksi Charlie Hebdo adalah ciri-ciri manusia dalam dunia media massa yang sudah kehabisan ide dan kewarasan. Berusaha mencari-cari cara agar koran/ majalah mereka laku. Itulah kenapa Nabi Muhammad kembali diangkat. Padahal saya yakin, mereka tidak pernah bertemu beliau! (baik dalam arti harfiah maupun batiniah).
Kita ambil saja pelajaran, bahwa Tuhan (Allah SWT) masih memberi ridlo pada mereka melalui pelabelan kartun tersebut pada Nabi. Setidaknya, dalam kasus ini, Tuhan masih memberi mereka rejeki. Coba jika mereka tidak memberi label nabi pada kartun produksi koran mereka, kan oplah cetakan mereka tidak akan dilirik oleh gelandangan sekalipun? [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s