Mbah-nya Orang Jawa dan Bali

Tibalah saya pada suatu sore di rumah Pak Komang di Singaraja, Bali. Saya dijamu oleh Pak Komang sekeluarga untuk makan malam terakhir. Terhadap seorang muslim yang tidak dapat makan “bebas”, Pak Komang dan keluarga memperhatikan betul makanan yang dihidangkan untuk saya selama seminggu terakhir. Saya bersyukur dan berterima kasih sekali untuk itu.

Pada jamuan makan terakhir sebelum keberangkatan bus saya menuju Surabaya, Pak Komang sekeluarga turut hadir di ruang makan. Sambil kembali kami melakukan percakapan ringan. Sebenarnya ada kosakata antara Jawa dan Bali yang sama, salah satunya adalah “nggeh” yang berarti “iya”. Maka percakapan kami serasa semakin akrab dengan tambahan kosakata-kosakata yang sama itu.

Ibunya Pak Komang tak lama kemudian bangkit, mempersiapkan persembahyangannya sore itu. Maka tersisalah Pak Komang, Komang kecil yang dari tadi “menggelendot” pada Pak Komang, Bu Komang, Kadek, dan Bapaknya Pak Komang. Pada Bapaknya Pak Komang yang sore itu tidak turut serta makan dengan kami, saya permisi dengan mengucapkan, “mari makan, Mbah…

Mendengar kalimat saya, Komang kecil lantas tertawa kecil sambil bergiliran menatap mata Bu Komang dan Kadek sambil berkata, “Kakek kok dipanggil MBAH…” sambil terus tertawa.

Merasa ada yang aneh, saya pun bertanya pada Bu Komang, “memangnya kenapa, Bu?”

“di Bali itu, MBAH adalah panggilan untuk NENEK. Sedangkan kakek dipanggil KAKEK atau PEKAK.”

Sontak saya tersedak. Ampun! Selama seminggu ini Bapaknya Pak Komang saya panggil MBAH!!!! Coba saja baca tulisan saya tentang “ngopi dengan Bapaknya Pak Komang”. Di situ saya masih belum sadar kalau Mbah adalah panggilan untuk nenek. Aaaarrrgggghhhh…….!!!! Ampura kakek… 😦 😦 😦

Kasus!!!! Gara-gara saya pikir semua kosakata Jawa dan Bali banyak yang mirip, sampai-sampai saya melewatkan detil ini! Maka sambil menghadap Komang kecil saya mengembangkan senyum paling manis saya (?), sambil dalam hati bilang, “kena Skakmat deh, ISIN REK!” 😀 [Afif E]

Iklan

2 thoughts on “Mbah-nya Orang Jawa dan Bali

  1. demarhaendra berkata:

    Melali ring bali mas..salam..

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    iya mas… Melali ring Buleleng… hehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s